RAPAT PARIPURNA DPRD KOTA BALIKPAPAN MENGENAI PENYERTAAN MODAL PDAM SERTA BANK PEMBANGUNAN DAERAH (BPD) DAN PENDIDIKAN
Lensa-balikpapan.com/-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Menggelar Rapat Paripurna di kantor DPRD Kota Balikpapan,Membahas Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Terhadap Nota penjelasan Walikota Balikpapan Mengenai Rancangan Peraturan Daerah Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2020 , Senin (07/09/20)
Enam fraksi DPRD Kota Balikpapan, hadir Dalam menyampaikan pandangan umum.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle Memimpin Rapat Paripurna Menyampaikan,Fraksi Golkar dan PDI Perjuangan menyoroti tentang masalah pajak dan pajak retribusi juga penyertaan modal PDAM dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) juga pendidikan,menjadi penekan semua fraksi .
“Karena ada beberapa anggaran direncanakan sebesar Rp 2,53 Triliun ,Akhirnya turun pasca Recofushing dan Fraksi Gerindra juga mempertanyakan sisa pembiayaan anggaran (SILPA) Dana anggaran penyertaan modal PDAM maupun BPD” Ujarnya
“Karena itu penyampaian modal yang disampaikan nanti disana secara akuntabilitas dan penjelasan Detail kepada Masyarakat kota Balikpapan” Lanjutnya

Dprd Kota Balikpapan 
Dprd Kota Balikpapan
“Begitupun dengan PKS yang menyoroti tentang bansos yang senilai Rp 45,6 Triliun Diminta juga pada pemerintah kota,Bagaimana Akuntabilitasnya” Ugkapnya
“Demokrat pun juga menyoroti tentang Covid 19 new normal , Seharusnya yang disampaikan itu anggaran yang lebih besar dan tingkat efektifitasnya tentang covid 19 berbanding lurus tidak meningkat begitu tajam ” bebernya
“Begitu juga gabungan Bank Bukopin membahas tentang Covid 19,serta penyertaan modal dari PDAM maupun BPD” tuturnya
Dalam Menghantarkan sebuah pandangan pada semua fraksi-fraksi DPRD Kota Balikpapan Harapannya semoga secepatnya Walikota Balikpapan akan menjawab perubahan Raperda menjadi perda perubahan Kota Balikpapan
“Membahas soal angka yang disampaikan oleh pemerintah Kota Balikpapan,dengan pendapatan yang direncanakan sebesar Rp 2,53 Triliun menjadi Rp 2,027 Triliun,Asumsinya pun turun menjadi kurang lebih Rp 500 Miliyar”Jawabnya
“Karena trennya semua terakumulasi baik itu pendidikan dan banjir ,dengan meningkatkan pajak ,dana yang diturunkan bisa dioptimalkan lagi ” Pungkasnya.(adel)
Editor : Lensa-balikpapan.com

