Pengerjaan Sekolah Terpadu Masih Minim , Yohanes Putiung : Prihatin Dengan Kondisinya
Lensa-balikpapan -/Pembangunan sekolah terpadu Balikpapan Regency di wilayah Balikpapan Selatan masih minim pengerjaan. Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan dapat memanggil kontraktor pelaksana proyek pembangunan sekolah terpadu Balikpapan Regency.
Sebenarnya dengan adanya deviasi sekarang, mestinya kontraktor dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan.
“Saya secara pribadi prihatin dengan pembangunan yang di Regency, karena saya orang regency. Saya melihat tidak ada kegiatan disitu. Kadang-kadang saya jalan naik motor kesitu,” jelas Anggota DPRD Balikpapan, Yohanes Patiung kepada awak media di Kantor DPRD Balikpapan.
Dirinya melihat langsung pengerjaan proyek tersebut,dan tidak mengetahui secara detail yang menjadi kendala sehingga proyek tersebut mengalami perlambatan dalam pengerjaan.
“Kita tidak tau kendalanya ada dimana, apakah duitnya kontraktor tidak ada atau bagaimana. Saat kita sidak ke sana malah kontraktornya tidak di lapangan,” ucap Anggota Komisi VI DPRD Balikpapan.
Pihaknya akan melakukan rapat internal terlebih dahulu, sebelum melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Pendidikan dan kontraktor.
“Mestinya Dinas Pendidikan sebagai pemberi kerja memanggil kontraktor dan konsultan pengawasnya merubah mekanismenya, menambah tenaga, supaya bisa mengejar untuk keterlambatan itu, karena semakin hari semakin bulan deviasi itu akan bertambah. Karena sudah ada deviasi sekian presentasi,” terangnya.
Apalagi target pengerjaan sekolah terpadu pada bulan Desember 2023. Sehingga, penyelesaian pengerjaan bisa tercapai tergantung dari kontraktornya.
“Kalau kontraktornya ini melihat kondisi sekarang deviasi sudah besar, kemudian menambah tenaga kerja, dikerjakan secara shift-shiftan lembur masih bisa terselesaikan.
Tapi kalau tetap seperti itu, saya yakin tidak bisa selesai. Apalagi itu bangunan bertingkat itu butuh proses tidak sama dengan bangunan satu lantai,” pungkasnya.##

