google4ca8c8f411f3a424.html
lensa-balikpapan.com
BalikpapanBerita UtamaDprd BalikpapanNasionalSosialTNI-POLRIUMUM

Pandangan Umum Fraksi DPRD Balikpapan Atas Raperda APBD dan Pandangan Akhir Perda Cadangan Pangan

Lensa-balikpapan -/ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan gelar Rapat Paripurna ke 20 masa sidang III Tahun 2023, yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan, pada hari Kamis 14 September 2023.

Rapat paripurna ke 20 terdapat dua agenda, yakni pertama itu pandangan umum fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD P) tahun 2023. “Faksi- fraksi masih menyoroti perkembangan dan situasi Kota Balikpapan. Yang lebih banyak itu tentang Infrastruktur yang menyikapi persoalaan PDAM dan pembangunan infrastruktur Kota Balikpapan,” ucap Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle kepada awak media usai rapat paripurna.

Tujuh fraksi DPRD Balikpapan mempunyai hak dan otorita mengenai pandangan tersebut, sehingga penyampaian itu sesuai dengan fakta di lapangan dan itu sah sah saja. “Seluruh pandangan itu artinya persoalan belum tuntas, sehingga ini menjadi PR untuk Pemerintah Kota Balikpapan,” terangnya.

Agenda kedua, rapat Paripurna tentang pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang cadangan pangan Pemerintah Kota Balikpapan. “Alhamdulillah tujuh fraksi menyetujui terkait raancangan peraturan tersebut, sehingga memang cadangan pangan ini kami selalu suport baik eksekutif dan legislatif,”ujarnya.

Pemerintah Kota dan DPRD Kota Balikpapan sepakat bahwa cadangan pangan untuk kepentingan masyarakat lebih diutamakan. Salah satunya dengan mendukung infrastruktur. Mengingat Balikpapan sebagai Kota Penyangga Ibu Kota Negara. “Insyaallah, untuk cadangan pangan siap,” tegasnya.

Dengan adanya Perda Cadangan Pangan, bukan hanya diserahkan kepada Pemerintah Kota dan DPRD Balikpapan tentunya semua stakeholder yang ada, untuk bersama-sama menjamin ketersediaan pangan di Kota Balikpapan, salah satunya dengan mendorong para petani maupun nelayan di Kota Balikpapan.

Ya memang, bahan pangan di Kota Balikpaan selama ini didatangkan dari luar Balikpapan, apabila cadangan pangan dimiliki Kota Balikpapan, tentunya ini dapat meminimalisir jika terjadi kelangkaan pangan dari daerah asal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *