google4ca8c8f411f3a424.html
lensa-balikpapan.com
BalikpapanBerita UtamaDprd BalikpapanNasionalSosialUMUM

Komisi IV DPRD Balikpapan Lakukan Sidak Lokasi Sekolah Terpadu di Regency

Lensa-balikpapan -/ Untuk mengetahui kondisi di lapangan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan sekolah terpadu di Balikpapan Regency Kecamatan Balikpapan Selatan, pada hari Senin (17/4/2023).

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Doris Rian Eko

Sidak dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Doris Rian Eko didampingi Dinas terkait. Namun, sangat disayangkan pihak kontraktor tidak hadir pada sidak tersebut. Seperti diketahui, sidak ini merupakan kelanjutan dari RDP dengan pihak kontraktor, konsultan dan Dinas.

“Kita tinjau ke lapangan secara langsung, apakah benar nggak pekerjaan mencapai 20 persen lebih, seperti yang disampaikan pihak kontraktor. Kita bisa lihat sendiri, kontraktor tidak hadir. Seharusnya hadir untuk menjelaskan,” ucap Doris dengan nada penuh kekecewaan.

Lahan sudah ada dan tinggal dikerjakan tetapi tidak di kerjakan juga. Akses jalan buat pekerjaan saja tidak dibuatkan. Padahal ini semua ada anggarannya.

Terkait hal ini, Politisi Partai Golkar meminta kepada dinas terkait bersama tim pengawas untuk memberikan Surat Peringatan (SP) Pertama, supaya pihak kontraktor bertanggung jawab atas pekerjaannya.

Pembangunan sekolah ini sudah dianggarkan dengan anggaran yang sangat besar yakni sekitar Rp 33 miliar. Sekolah ini dibutuhkan masyarakat Balikpapan. “Kita ketahui di Balikpapan kekurangan sekolah, sehingga pembangunan ini sangat dinantikan. Kalau kontraktor tidak komitmen begini tidak selesai juga, kasihan warga Balikpapan,” tegasnya.

Pemerintah Kota sudah mengeluarkan anggaran sekitar 15-20 persen untuk pembangunan ini tetapi kenyataannya di lapangan masih belum ada pengerjaan. Setidaknya ada pemancangan yang sudah berdiri tetapi semua tidak sesuai.

Ditambah pihak kontraktor tidak hadir untuk menjelaskan, justru malah tidak menemui. “Kita tunggu kontraktor tidak datang-datang padahal ini untuk kepentingan rakyat.

(NK/abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *