google4ca8c8f411f3a424.html
Lensa-balikpapan.com
BalikpapanUMUM

Keluhan Ketua RT Graha Indah Terkait PPDB Online. “Siti Sarah : Orangtua Lebih Milih Sekolah Negeri di Tengah pandemi covid-19”.

lensabalikpapan.com/- Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA /SMK 2020  hingga kini menyisakan berbagai polemik permasalahan.

Perwakilan LPM dan Ketua RT Kelurahan Graha Indah bersama Lurah Graha Indah silaturahmi dan musyawarah dengan Kepala SMK Negeri 6 Balikpapan terkait ragam persoalan keluhan warga mengenai adanya penerapan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMK, Rabu (15/7/2020).

Perwakilan LPM Graha Indah Hj Siti Sarah  didampingi perwakilan RT Graha Indah mengatakan, kedatangan perwakilan RT kelurahan Graha Indah ke SMK Negeri 6 Balikpapan untuk silaturahmi dan musyawarah bersama Kepala  SMK Negeri 6 Balikpapan mengenai keinginan warganya agar bisa tertampung di SMKN 6, karena banyak warga mendaftarnya di sini, namun karena nilai rendah akhirnya terlempar.

“Jadi kedatangan kita ke SMK Negeri 6 ini untuk silaturahim dan musyawarah kepada kepala sekolah memperjuangkan keinginan anak-anak warga kelurahan graha indah untuk dapat tertampung dan melanjutkan sekolah ke SMK Negeri 6 Balikpapan,” paparnya.

Hj Siti Sarah memaparkan situasi  ditengah pandemi covid-19 banyak orang tua yang tidak sanggup menyekolahkan anaknya di sekolah swasta apalagi jauh dari tempat tinggal di perekonomian sulit saat ini. Berbagai keluhan warga tentunya berimbas kepada ketua RT yang diprotes warga, sedangkan RT sendiri. kadang tidak mengetahui mengenai sistem PPDB online.

” Kesepakatan hasil pertemuan ini agar diperoleh jawaban agar anak anak yang belum sekolah dapat tertampung,  arahan juga diberikan kepada setiap RT, ketika diterima warga tidak dianjurkan untuk memilih sekolah maupun jurusan, tetapi ikuti aturan yang ada”, harapnya.

Sementara itu Lurah Graha Indah, Balikpapan Utara (Balut) Satrio Taufiq mengatakan kedatanganya bersama perwakilan LPM dan ketua RT Graha Indah ke SMK Negeri 6  untuk bersilaturahmi dan menyampaikan keluhan warga mengenai anak di lingkungannya yang belum bersekolah.

Pertemuan dengan kepala sekolah SMK Negeri 6 Balikpapan mencoba komunikasi kembali dengan dinas pendidikan provinsi untuk menyampaikan keluhan warga tersebut.

“Mudah-mudahan nanti bisa kami sampaikan ke dinas pendidikan provinsi bahwa masih ada warga di Graha Indah yang belum bersekolah di tingkat SMA dan SMK,” kata Satrio Taufiq.

Menurutnya,  jika nantinya warga di terima di sekolah ini warga tidak boleh  memilih sekolah yang diinginkan. Sehingga dengan adanya kebijakan dinas pendidikan provinsi nantinya agar bisa mengatasi permasalahan jumlah ruang kelas baru (RKB) yang tidak tertampung.

Dirinya menambahkan kesepakatan nantinya akan kembali bersurat ke dinas pendidikan provinsi, dan berkoordinasi dengan warga. Ketika warga  bisa menyekolahkan di sekolah swasta, ia menyarankan untuk tetap bersekolah di swasta.

Sebenarnya pihaknya tidak menyalahkan sistem zonasi karena perekonomian warga di tengah pandemi covid-19 masih sulit, warga  lebih cenderung milih sekolah negeri dibanding sekolah swasta.

“Karena kondisi covid yang sangat menyulitkan ini tidak hanya di dunia pendidikan, tetapi semua aspek sangat berpengaruh”, ucapnya saat di temui awak media.

“Tidak lepas dari itu, kelurahan tetap memperjuangkan untuk warga dan menunggu kabar baik dari dinas provinsi,” pungkas Satrio.

Ditempat yang sama Kepala SMKN 6 Balikpapan Utara Asmid Noor mengutarakan, semua proses ppdb online sudah berdasarkan Juknis yang ada. Sehingga untuk masuk melalui PPDB online ini diambil dari RT prioritas sedangkan di Graha Indah terdapat 4 RT yang masuk dalam prioritas.

“Jadi untuk 4 RT prioritas itu, alhamdulillah semua sudah tertampung”, ujarnya.

Dirinya mengemukakan ketika akan membuka rombel sekolah disini terdapat kendala kurangnya tenaga guru untuk mengajar, sedangkan  ruang sekolahnya ada. “udah sering mengusulkan ke Dinas Provinsi untuk penambahan guru,” terang Asmid Noor.

Penulis : Thina
Editor : lensabalikpapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *