google4ca8c8f411f3a424.html
Lensa-balikpapan.com
Dprd Balikpapan

DPRD Balikpapan Gelar Rapat Paripurna, Tujuh Fraksi sampaikan Pemandangan Umum

lensa-balikpapan.com,- BALIKPAPAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan gelar rapat paripurna ke 9 masa sidang II Tahun 2023 digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Balikpapan, pada hari Senin (19/6/2023).

Rapat dipimpin Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Subari dengan dihadiri 34 anggota DPRD Balikpapan, Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud; Perwakilan Forkopimda serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

Teks foto: Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan ke 9 masa sidang II Tahun 2023 digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Balikpapan, pada hari Senin (19/6/2023).

Rapat paripurna dalam rangka menyampaikan pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Balikpapan terhadap Nota Penjelasan Wali Kota atas Rancangan Peraturan Daerah Kota Balikpapan, tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2022.

Selanjutnya, pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Balikpapan terhadap Nota Penjelasan Wali Kota atas Rancangan Peraturan Daerah Kota Balikpapan, tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, perubahan atas peraturan daerah Kota Balikpapan Nomor 1 Tahun 2018, tentang Ketenagakerjaan dan Pencabutan atas Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 5 Tahun 2012, tentang Administrasi Kependudukan.

Fraksi Golkar include Hanura yang dibacakan oleh Andi Arif Agung mengawali penyampaian pemandangan fraksi. Dilanjutkan, fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan oleh Muhammad Najib, fraksi Gerindra di sampaikan oleh Aminuddin, fraksi PKS oleh Wahidah, fraksi Demokrat dibacakan oleh Srihana, fraksi gabungan PPP dan Perindo dibacakan Iwan Wahyudi dan ditutup dengan fraksi gabungan Nasdem dan PKB dibacakan Parlindungan.

Saay ditemui usai rapat paripurna, Subari menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang disampaikan oleh masing-masing fraksi, akan tetapi penekanannya masih sama. Yang pertama, terkait dengan pertanggung jawaban APBD Tahun 2022. “Yang menjadi sorotan tetap banjir dan DAS Ampal, karena belum klir. Itu yang menjadi sorotan,” ujarnya kepada awak media usai rapat paripurna.

Begitu juga terkait dengan pendidikan, sarana dan prasarana sekolah yang belum berimbang. Disamping itu, rapat paripurna membahas Ketenagakerjaan. “Ini akan coba kita revisi untuk mengakomodir 80 persen tenaga lokal. Bagaimana Raperda ini untuk menguatkan pekerja, khususnya warga Kota Balikpapan supaya mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Subari menjelaskan hampir semua fraksi menyoroti proyek DAS Ampal yang merupakan proyek multiyears. “Jangan sampai bermasalah yang berikut. Tentunya akan menjadi persoalan baru. Indikasi yang disoroti terkait dengan pelaksanaannya yang tidak tepat dan tidak sesuai yang diharapkan fraksi DPRD Kota Balikpapan,” terangnya.(*) (Niken/adl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *