google4ca8c8f411f3a424.html
Lensa-balikpapan.com
BalikpapanBerita UtamaDprd BalikpapanNasionalPemkot BalikpapanPolitikSosialUMUM

Abdulloh Hadiri Peresmian Pengerjaan Pembangunan Bangunan Air DAS Ampal , Bukti Komitmen Pemerintah Kota Menangani Banjir

Lensa-balikpapan-/ Ketua DPRD kota Balikpapan Abdulloh menghadiri acara ceremonial atas dimulainya pembangunan bangunan air pengendalian banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal di Halaman Lapangan Global Spot Balikpapan . Senin (5/9)

Dengan menyetujui pembangunan bangunan air supaya bisa berjalan dengan lancar tentunya ini termasuk sebagai bentuk keseriusan pemerintah kota dalam mengatasi permasalahan banjir yang ada di Balikpapan.

“Hal ini merupakan bukti komitmen wali kota Balikpapan dalam menyalurkan visi misi wali kota terkait penangulanggan dan penanganan banjir secara bertahap, ” ucap rahmad kepada awak media

Abdulloh ketua DPRD balikpapan mengatakan dengan keluarnya anggaran yang digelontorkan dengan sistem multiyears sebesar Rp 150 miliyar untuk penanganan banjir setidaknya bisa sedikit mengurangi bencana banjir secara bertahap yang terjadi di kota Balikpapan 

“Kalau di totalitaskan dilhitung dan dilaksanakan seluruhnya, perencanan global sekitar lima ratusan miliyaran dari DAS ampal hingga ke muaranya,” Ucap Abdulloh

Seperti yang kita ketahui , bahwa visi misi Walikota salah satunya yakni penanganan banjir yang akan dilakukan step by step dengan menyesuaikan kemampuan anggaran , Karena jika hanya difokuskan ke penanganan banjir maka pembangunan yang lain akan berhenti dan begitu juga kepentingan yang lain juga butuh perhatian.

“Yang pasti komitmen, pemerintah daerah bersama jajaran dan DPRD Balikpapan sepakat menganggarkan dengan skema multiyears hingga APBD-P 2023. Untuk tahap anggaran tahun ini sebesar Rp 150 miliyar,” Sampainya

Abdulloh sampaikan,bahwa DPRD sebagai fungsi pengawasan akan selalu mengontrol dan mengawasi anggaran agar pelaksanaan pembangunan sesuai dengan spek yang disepakati.

Abdullah juga berharap agar masyarakat bisa penuh mendukung adanya kegiatan penanganan banjir , Mengingat jika ada kegiatan dengan adanya konsekuensi yang ditimbulkan seperti kemacetan, lingkungan fisik,pastinya akan susah . **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *