google4ca8c8f411f3a424.html
Lensa-balikpapan.com
BalikpapanBerita UtamaNasional

Wartawan,Vaksinasi Dan Medium Theory Mc Luhan

Lensa-balikpapan-/ Narasi,foto bahkan video wartawan di vaksin terlihat memenuhi gambar media masa nasional bahkan media sosial seperti Istagram, Facebook, twitter bahkan Tiktok sejak Kamis hingga hari ini, Sabtu (27/2).

Maklum saja, ribuan wartawan atau jurnalis yang justru biasanya melakukan peliputan, memegang rundown program berita atau memegang desk media, lagi mendapatkan vaksinasi gratis Covid-19, di Hall A Basket Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta Pusat.

Apalagi, untuk vaksinasi wartawan ini Presiden Joko Widodo hadir didampingi didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Informasi dan Informatika Johnny G.Plate, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Aksi vaksinasi wartawan ini tidak hanya dimuat media nasional dan media sosial, vaksinasi untuk wartawan ini juga di “share” ke berbagai group whatsapp dari berbagai komunitas dan semua mendapat respon yang positif dan diharapkan membangunan kepercayaan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi.

Bahkan penulis sempat sedikit menganalisa pemberitaan vaksinasi wartawan ini mengalahkan berita yang sebenarnya memiliki ‘value’ atau magnitude yang lebih besar misalnya, pemberitaan penembakan di Café Rm Cekareng Jakarta barat yang menewaskan 2 sipil dan 1 anggota TNI.

Pada vaksinasi wartawan di Senayan Jakarta, Presiden Joko Widodo menyampaikan alasan mengapa insan pers mendapat prioritas dalam vaksinasi Covid-19.

“Sesuai dengan yang saya sampaikan pada saat HPN (Hari Pers Nasional) bahwa kita ingin mendahulukan insan pers untuk divaksinasi dan alhamdulillah pagi ini, Kamis (26/2) dimulai untuk 5.512 awak media yang prosesnya tadi saya lihat berjalan lancar dan baik,” kata Presiden Joko Widodo

Langkah pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan Republik Indonesia untuk memprioritaskan para jurnalis atau wartawan disuntik Vaksinasi Covid-19 adalah langkah yang patut dipuji seperti pepatah yang mengatakan ‘sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.’

Bagaimana tidak dengan memberikan vaksinasi pada wartawan paling tidak semua pemberitaan mengarah pada vaksinasi ini, tentu dengan efek media langsung sampai ke masyarakat dan bermakna positif.

Langkah ini bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat Indonesia tentang vaksi halal dan aman sehingga membantu pemerintah secara langsung mensosialisasikan vaksinasi. Wartawan yang biasa berinteraksi dengan narasumber dan masyarakat secara tidak langsung juga bisa menceritakan vaksinasi yang mereka terima.

Wartawan sebagai pilar ke empat demokrasi, memang layak mendapat vaksinasi karena selalu berinteraksi dengan orang banyak baik di kantor mapun saat melakukan peliputan di lapangan. Penulis menilai langkah vaksinasi wartawan dalam teori Komunikasi bisa disebut sebagai, medium is message atau media adalah pesan ,Maksudnya adalah bagaimana media melalui jurnalis berperan penting dalam memberikan infomasi ke publik.

Hal ini inline dengan Teori Media Klasik Mc Luhan yang menyebutkan saluran atau media sebagai kekuatan dominan yang dipahami dan bagaimana kuatnya media mempengaruhi budaya dan masyarakat. Kaitannya dengan vaksinasi adalah, bagaimana kemudian masyarakat dipengaruhi bahwa vaksin yang diterima oleh wartawan, bisa menimbulkan pengaruh positif cukup besar ke masyarakat sehingga rakyat perlu divaksin dan menurut penulis pengaruh itu berhasil.

Teori Media Klasik dikelompokan pada karakterisitik teori Komunikasi yang merupakan turunan dari Teori Media atau Medium Theory. Teori ini berhubungan dengan tiga pengaruh besar yaitu isi, susunan media, masyarakat dan budaya, serta audiens. Isi dan susunan media mencakup pengaruh media dan isinya memberi perhatian khusus pada tanda-tanda dan simbol-simbol (spanduk aman dan halal-red) yang digunakan dalam pesan media, dalam hal ini masyarakat tentu memperhatikan dan memberikan perhatian khusus terhadap vaksinasi wartawan.

Yang kedua dari teori media adalah masyarakat dan budaya mencakup Komunikasi masa dalam masyarakat, penyebaran informasi dan pengaruh, opini masyarakat terhadap vaksinasi wartawan ini tentu diharapkan dapat memberikan penyebaran informasi yang masif, apalagi ribuan wartawan yang mendapatkan vaksin menulis sendiri aktifitas tersebut, pada hari pertama saja vaksinasi dilakukan pada 5.512 wartawan dengan berbagai jabatan di media nya, belum lagi nantinya vaksinasi juga dilakukan untuk wartawan di daerah.

Pengaruh Teori Media yang ketiga adalah audiens atau masyarakat yang nantinya melihat pengaruh atau efek vaksinasi. Banyak pertanyaan yang bisa saja timbul nantinya, diharapkan efek vaksinasi ini tidak menimbulkan pengaruh negatif atau tidak ada wartawan yang kemudian terkena penyakit baru setelah mendapatkan vaksin.

Penulis menilai, apa yang sudah dilakukan pemerintah dalam hal ini departemen kesehatan untuk melakukan vaksinasi terhadap wartawan, bisa jadi membawa pengaruh dan efek berganda Komunikasi vaksin yang berhasil. Dalam sebuah wawancara Juru bicara Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi mengakui sosialisasi vaksinasi nasional bukanlah hal yang mudah. Namun vaksinasi wartawan adalah langkah sosialisasi yang berhasil dan harus diikuti oleh pemerintah daerah dan dinas kesehatan di masing-masing provinsi, semoga. (**)

Penulis : Suhendra Atmaja, S.Sos, M.S.i
Dosen Tetap STIKOM InterStudi Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *