google4ca8c8f411f3a424.html
lensa-balikpapan.com
BalikpapanBerita Utama

RAPID TEST ANTIGEN JALUR DARAT BAGI WARGA LUAR BALIKPAPAN

lensa-balikpapan.com/-Sebagai upaya menekan meningkat nya pasien Covid-19, Pemerintah Kota Balikpapan melakukan rapid test antigen secara acak bagi warga dari luar daerah yang akan masuk ke Balikpapan.

Kegiatan yang di mulai senin 25/1/2021 di Posko Pemeriksaan Transportasi Darat dan Penegakan Protokol Kesehatan Covid 19 di jalan Tol KM 13 di hari pertama berjalan lancar.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi SE yang juga Ketua Satgas Covid-19 kota Balikpapan di dampingi Kasdim 0905, Kasat lantas polres balikpapan serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan kepada awak media menjelaskan, ada tiga hal yang menjadi target oprasi yaitu menjalankan protokol kesehatan, kelengkapan surat kendaraan serta pemeriksaan secara acak rapid antigen bagi warga dari luar balikpapan.

Salah Satu Warga Samarinda Yang Mengikuti Peraturan Rapid Antigen.

Bagi warga yang terjaring tidak melaksanakan protokol kesehatan akan di beri denda. Sementara bagi warga yang hasil rapid antigen reaktif di minta kembali ke daerah asal. “Mereka yang hasil rapid nya reaktif kita minta untuk kembali dan tidak boleh masuk ke balikpapan, selanjutnya kita akan laporakan kepada Dinas Kesehatan di daerah nya bahwa yang bersangkutan dari hasil rapid antigen reaktif dan untuk di lakukan tindakan lanjutan” Tutur Rizal Effendi.

Beliau juga menambahkan Kegiatan serupa juga di lakukan di Tritip Balikpapan Timur, warga yang akan masuk ke balikpapan lewat samboja akan di rapid antigen di sana, Dan kegiatan ini akan di laksanakan sampai tanggal 29/1/2021.
Operasi ini akan lakukan juga  di pelabuhan fery kariangau yang merupakan akses masuk jalur laut, terminal, juga cafe – cafe.

“Ini kita lakukan karena peningkatan positif Covid-19 di balikpapan setiap harinya di atas angka seratus ” Imbuh Rizal

Ada hal yang menarik saat pelaksanaan operasi tersebut, dimana seorang ibu dari samarinda tidak mau di lakukan rapid antigen, meski telah di bujuk petugas dan keluarga, ibu tersebut tetap bersikeras tidak mau dan memilih balik ke samarinda.

Sementara petugas yang melakukan pendataan ketika di konfirmasi media menyebutkan, di hari pertama pelaksanaan operasi ini keseluruhan terdapat sekitar 300 orang baik yang di lakukan rapid antigen maupun yg terjaring melakukan pelanggaran protokol kesehatan covid 19. ” Dari rapid antigen yang di lakukan hasil nya semua Negatif ” Ujar Tono. (Ipoet Sr)

Editor : lensa-balikpapan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *