Komisi III Minta Kebun Raya Balikpapan Tingkatkan Inovasi Agar Nantinya Bisa Menjadi Taman Edukasi
Lensa-balikpapan -/ Kebun Raya Balikpapan (KRB) yang berada di Jalan Sungai Wain Kilo Meter 15 harus lebih ditingkatkan pengelolaannya, sehingga bisa menarik perhatian masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri saat meninjau KRB bersama anggota komisi III DPRD Balikpapan Syarifudin Oddang;Kamaruddin; Nurhadi; Mieke Henny; Jafar Sidik dan Siswanto menanyakan sarana dan prasarana serta menerima masukan dari dewan.

KRB yang memiliki luas sekirar 309 hektar ini harus punya inovasi baru, untuk mengembangkan lokasi ini. “Jadi nggak begini-begini terus setiap tahunnya. Lima tahun kita kesini nanti lima tahun mendatang begini saja,” jelasnya.
Meskipun memang anggaran yang digelontorkan hanya Rp 3 miliar dalam setahun untuk merawat lokasi wisata Balikpapan, termasuk gaji karyawan sebanyak 42 orang. Berharap, anggaran dapat ditingkatkan. “Dalam setahun Rp 3 miliar untuk mengelolah 300 hektar termasuk kecil, belum gaji,” ungkapnya.
Dalam KRB ini terdapat wisata camping, tanaman langkah dan lainnya dan tempat ini biasa dijadikan tempat edukasi. Pihaknya harus bisa menarik masyarakat supaya mengetahui bahwa tidak hanya di kota yang memiliki pariwisata. Apalagi Kota Balikpapan menjadi gerbang Ibu Kota Negara sehingga menjadi andalan Kota Balikpapan. “Ini salah satu aset pemkot yang harus kita lestarikan,” ungkapnya.
Sebenarnya KRB ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Balikpapan, melalui retribusi. Meskipun saat ini retribusi KRB belum diberlakukan.
“Kalau memang butuh anggaran ngomong. Kita akan perjuangkan bersama-sama,” terangnya.
Kepala UPTD Kebun Raya Balikpapan DLH Balikpapan, Lukman Riyadi mengatakan dewan mendorong adanya retribusi, sehingga dapat menunjang PAD Kota Balikpapan selain dari Pantai Manggar. “Saat ini sedang melalui proses tahapan,” terangnya.
Dewan meminta inovasi kedepan untuk beberapa fasilitas sehingga mendorong masyarakat datang ke KRB seperti bus wisata, tempat campign berbasis hutan alami, outbond atau beberapa edukasi ke jalur hutan yang tidak ditemui ditempat lain. “Dewan bisa memfasilitasi dengan beberapa fasilitas tadi supaya mengembangkan Kebun Raya Balikpapan,” ujarnya.
Sebagai informasi, pengujung per tahun rata-rata 50-60 ribu untuk berkunjung ke KRB secara berkelompok seperti gathering maupun kegiatan edukasi “Kita berharap semakin banyak wisatawan yang lebih menikmati umum. Mudah-mudahan Kebun Raya semakin diminati dengan kunjungan masyarakat,” harapnya.
Kebun Raya Balikpapan seluas 309 hektar tapi yang dikelola seluas 20 hektar, sehingga memiliki potensi untuk membuka dan mengembangkan yang lebih besar. “Tidak semua kota itu memiliki kebun raya,” sebutmya.

