google4ca8c8f411f3a424.html
Lensa-balikpapan.com
Balikpapan

AMSI Kaltim Gelar Cek Fakta Pilkada Balikpapan 2020

lensa-balikpapan.com/- Melalui cek fakta pada pilkada Balikpapan 2020, dapat menekan berita-berita hoaks, dengan menyajikan informasi secara fakta dan benar.(Kamis, 29 Oktober 2020)

“Selama tiga hari, anggota AMSI (Asosiasi Medi Siber Indonesia) Kalimantan Timur (Kaltim), mengikuti training cek fakta, untuk debat pilkada Balikpapan 2020.

Cek fakta merupakan program AMSI pusat, didukung GNI (Google News Initiative), kemudian AMSI di daerah mendapat kesempatan untuk melaksanakan cek fakta khususnya pilkada 2020.

AMSI Kaltim menjadi bagian dalam cek fakta di pilkada 2020, khususnya Kota Balikpapan.

Pelatihan diikuti 17 peserta dari berbagai media dan anggota AMSI Kaltim, berlangsung mulai tanggal, 27-29 Oktober 2020, memakai google meet.

Pelatihan “Cek Fakta Bersama 17 Peserta Melalui Google Meet.2020

Trainer cek fakta, Nurfahmi Budiarto, Fact Checker Tersertifikasi GNI dan Zainal A. Ishaq Fact Checker Tempo, menyampaikan materi kepada peserta. Baik terkait, materi penelusuran video dan gambar, didunia maya terkait kebenaran informasi diterima. Peserta juga mendapatkan materi, keamanan digital.

Trainer AMSI Nurfahmi menyampaikan, berbagai tools dapat digunakan untuk memverifikasi berita, untuk mengetahui kebenaran informasi diterima.

Senada Zainal A. Ishaq Fact Checker Tempo bahwa, tidak ada kata menyerah, seorang jurnalis, mencari sebuah kebenaran berita atau informasi diterima.

Ketua AMSI Kaltim Sumarsono menyampaikan Terima kasih kepada trainer, dan kawan-kawan AMSI Kaltim telah mengikuti pelatihan cek fakta ini. Semoga saja, menjadi ilmu masing-masing, untuk dapat digunakan saat cek fakta pada debat pilkada Balikpapan nanti.

“Tidak hanya itu, dengan pelatihan itu juga. Menjadi penting bagi anggota AMSI untuk dipakai di media masing-masing,” katanya, Kamis (29/10/2020).

Sementara, diakhir acara Project Asisten AMSI Sarah mengapresiasi pelatihan ini, telah berjalan dengan baik.

“Semoga progran cek fakta nanti, dapat berjalan lancar, dan materi disampaikan dapat diterima dengan baik,” harapnya.

“Pelatihan cek fakta ini penting karena hoaks sering kali menumpang di peristiwa besar. Dan Indonesia saat ini sedang berada dalam dua peristiwa besar yaitu pandemi covid19 dan Pemilukada. Hoaks seputar dua peristiwa ini lumayan besar dan menganggu kenyamanan serta keadaban publik.

Tugas media adalah menjadi clearing house, rumah bagi publik untuk mencari jawaban atas informasi yang diragukan kebenarannya, dan di situlah pentingnya wartawan memahami cara kerja cek fakta”. Tutupnya (Ketum AMSI Pusat Wenseslaus Manggut). (Tim)

Editor : lensa-balikpapan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *