SKK Migas Kalsul Ajak Membangun Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan
lensa-balikpapan.com/- Kalsul — Membangun kemitraan antara hulu migas dengan pemerintah merupakan keharusan yang terus perlu dilakukan. Karena kegiatan migas sangat erat dengan interaksi dan berhubungan pada berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat dan daerah. Begitupula dengan elemen masyarakat lainnya.
Untuk menyatukan kesepaham tersebut itulah SKK Migas – KKKS wilayah Kalimantan dan Sulawesi menginisiasi kegiatan Forum Koordinasi Kehumasan (FKK) yang mengangkat tema “Seni Membangun Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan “pada (3/11) secara daring.
Kegiatan ini selain diikuti oleh pelaku kehumasan di KKKS juga melibatkan pemerintah daerah sebagai pesertanya. Kegiatan ini bertujuan agar pelaksana kehumasana dilingkungan kegiatan hulu migas memiliki ketrampilan dan kemampuan berkomunikasi untuk membangun hubungan lebih baik dengan berbagai stakeholder dan komunitas masyarakat lain di sekitar wilayah operasi kerjanya.

Pada sambutannya Kepala SKK Migas Kalsul Azhari Idris, menekankan pentingnya engagement SKK Migas – KKKS wilayah Kalsul pada pemangku kepentingan didaerah merupakan keharusan. Membangun jembatan komunikasi yang baik dengan stakeholder didaerah merupakan tugas dan tanggung jawab semua pihak. Menjalin komunikasi adalah urusan semua bagian di sebuah lembaga, bukan hanya urusan kehumasan.
“Membangun hubungan baik dengan semua pihak adalah urusan kita sebagai karyawan hulu migas. Akan memberikan kesan positif bagi masyarakat dan stakeholder, jika kita mampu saling bersinergi. Dan tercipta nilai-nilai positif dari semua pihak dengan hadirnya kegiatan hulu migas”terang Azhari.
Namun lanjutnya, peran humas ini sangat penting, ketika mereka keluar berhubungan dengan organisasi publik lainnya. Dengan trciptanya hubungan baik di internal dan ekternal bisa berjalan dengan lancar, maka perusahaan atau organisasi akan mendapatkan citra dan reputasi yang menguntungkan. Oleh karena itu, humas menjadi alat organisasi dalam menciptakan, memelihara, meningkatkan, dan memperbaiki citra lembaga atau perusahaan.
Humas bertanggung jawab menciptakan citra dan reputasi positif pada publik eskternal. yaitu dengan menjalin hubungan yang saling menguntungkan baik dengan pemerintah, pers, custumer, maupun masyarakat setempat (community).
“Aktivitas kehumasan dengan pemangku kepentingan didaerah ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara kedua belah pihak, sehingga tercipta pengertian dan kepercayaan”tegas Azhari
Ada publik atktivis yang harus tahu, apa yang dilakukan dindustri migas. Perlu disampaikan dimana dan bagaimana hulu migas beraktivitas, Sehingga hulu migas terus dituntut untuk secara baik dan benar mentaati peraturan yang berlaku dalam setiap aktivitasnya.
Dalam kegiatan ini panitia menghadirkan dua narasumber yang sangat kompeten dibidangnya yakni Sari Soegondo (Founder & Executive Director ID COMM). Kali ini ia menyampaikan Manajemen Pemangku Kepentingan. Secara lugas Sari memaparkan bagaimana membina dan menentukan pemangku kepentingan yang strategis perlu dilakukan.
Sedangkan narasumber selanjutnya Yanti Triwadiantini (Founder & CEO Partnership ID) yang mengulik bagaimana Seni Membangun Kemitraan. Ia mengupas tips-tips cara melakukan hubungan dengan elemen masyarakat dan stakeholder diarea wilayah operasi perusahaan. Komunikasi secara personal menurutnya adalah hal yang sangat dibutuhkan, biasanya membuat stakeholder tersebut lebih bisa menerima maksud dan tujuan perusahaan dibanding komunikasi secara kelembagaan atau institusi.
Sumber : Humas Skk Migas

