google4ca8c8f411f3a424.html
Lensa-balikpapan.com
BalikpapanUMUM

Sebagai Pembina LMI Kota Balikpapan, Muhaimin Ajak Pemuda Lebih Kritis

lensa-balikpapan.com/- Balikpapan — Lingkar Muda Indonesia (LMI) Kota Balikpapan kembali akan menggelar diksusi mengenai pelayanan publik. Sebelumnya LMI sukses melaksanakan diskusi dengan tema yang diangkat yaitu “Prespektif Pelayanan Publik Dalam Maintenance Kepuasan Pelanggan Telekomunikasi”. Disksui yang bekerjasam dengan Ombusdman Indonesia tersebut, konon kali ini LMI mencoba menggandeng pihak lain pada gelaran acara diskusi mendatang.

Selain itu, saat ini diungkapkan Kordinator LMI Balikpapan Ryan Taufik pihaknya sedang melakukan reposisi kepengurusan organisasi. Dimana beberap pengurus yang ada mendaulat Ir. Muhaimin ST sebagai salah satu pembina didalamnya. Sosok Muhaimin yang sangat sarat dengan pengalaman berorganisasi, kental pula kiprah sebagai aktivis kepemudaan.

“Kami sudah bersilaturahmi dengan beliau, sambutan baik dan arahan positif diberikan kepada LMI. Lembaga ini diharapkan mampu memberi sumbangsih pikiran kritis terhadap pembangunan dan permasalahan kekinian kota Balikpapan” ucap Ryan.

Terkait acara diskusi layanan publik yang sedang direncankan akan digelar buan Maret ini, Ryan menambahan juga sudah menyampaikan pada Muhaimin untuk mendapat masukan demi sukses acara tersebut.

Ditambahkan salah satu anggota LMI Kota Balikpapaan, Danang Agung, sosok Muhaimin yang akan menjadi bagian pembina di LMI merupakan figur yang bisa membawa kearah yang lebih baik lagi bagi organisasi. Banyak pengalaman dan pemahaman terkait perkembangan pembangunan kota Balikpapan. Sehingga dipastikan Muhaimin bisa meggugah generasi pemuda Balikpapan yang ingin bersama-sama membawa kota ini semakin lebih baik lagi.

“Alhamdulillah beliau bersedia menjadi bagian dari LMI Kota Balikpapan, semoga bisa lebih menginspirasi lagi bagi organisasi dan generasi muda nantinya “ harap Danang.

Senada dengan harapan pengurus LMI Kota Balikpapan, Muhaimin menyampaikan perlu adanya konsolidasi dari seluruh elemen pemuda Balikpapan untuk bersinergi menjawab permasalahan kota ini kedepan. Hadirnya Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara (IKN), masyarakat Balikpapan jangan hanya menjadi penonton.

Sehingga menurut Muhaimin, komponen organisasi kepemudaan yang ada di Balikpapan, harus mulai kritis dengan permasalahan kota yang ada, meningkatkan potensi diri dan membangun komunikasi serta disksusi berkala lintas sektor.

“Ditunjuknya Kaltim sebagai ibu kota negara, masyarakat Balikpapan jangan sampai jadi penonton. Pemuda Balikpapan harus segera mempersiapkan diri dengan meningkatkan SDMnya. Membuka ruang-ruang diskusi kritis dengan berbagai tema terkait permasalahan kota Balikpapan dalam bentuk yang lebih konstruktif” tandas Muhaimin. (Dng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *