Pemkot Balikpapan Launching Program “Griyaku Balikpapan” Dengan Kualitas Program Layak Huni
Lensa-balikpapan-/ Melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pemerintah Kota Balikpapan Remis Meluncurkan Program “Griyaku Balikpapan” Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Disekitar Wilayah Balikpapan . Kamis (14/9)

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud beserta Kepala Dinas Pemukiman (Kadisperkim) Kota Balikpapan Afriansyah ,perwakilan Forkopimda Kota Balikpapan,bersama-sama meresmikan program tersebut .
Kepala Disperkim Kota Balikpapan Arfiansyah mengatakan”Griyaku Balikpapan” merupakan suatu branding dari proyek atau aksi perubahan yang sudah di lakukan sebagai output dari pelatihan pimpinan nasional tingkat 2 angkatan 14 tahun 2022 yang bertempat di Puslatbang KDOD LAN (Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Lembaga Administrasi Negara) Samarinda.
Lanjut,arfiansyah katakan,sebagai upaya strategi peningkatan rumah layak huni Kota Balikpapan ini diresmikan agar dapat diartikan sebagai gerakan stimulan peningkatan kualitas rumah yang tidak layak huni .
“Petingnya, aksi perubahan tersebut terdiri dari 3 hal, kepemimpinan strategis dalam organisasi Disperkim, UU Nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman serta menyongsong Balikpapan sebagai penyangga IKN Nusantara,” jelasnya.
Dikatakan dengan melalui program ini akan mampu menjadikan solusi untuk menangani 3 dari 5 isu strategis dalam RPJMD Kota Balikpapan tahun 2021-2026, yaitu untuk menurunkan RTLH serta menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang perumahan, khususnya RTLH akibat bencana dan menurunkan angka perumahan.
“Aksi perubahan ini dipastikan akan terus dipantu untuk mewujudkan perumahan dan kawasan permukiman yang layak huni,”Ucap nya
Menurutnya launching program Griyaku Balikpapan merupakan tahapan implementasi aksi perubahan jangka pendek selama 2 bulan ke depan hingga Oktober 2022 mendatang.
“Sedangkan untuk jangka menengahnya, akan ada pembentukan kelembagaan untuk kemudahan akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), bekerja sama dengan perbankan dan pengembang perumahan,” ucapnya.
jangka panjang hingga 5 tahun ke depan, Sambungnya, untuk mengentaskan RTLH minimal 50 persen melalui peran serta multi pihak atau kolaborasi 5 unsur antara pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi dan media guna memberikan pelayanan publik yang optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Kemudian Wali Kota Balikpapan menyerahkan secara simbolis Perwali Kota Balikpapan Nomor 21 tahun 2022 tentang pedoman pemberian bantuan peningkatan kualitas RTLH dan Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas (BSPK) RTLH senilai Rp 1,72 Miliar pada APBD Perubahan Tahun 2022 dan Rp 2 Miliar pada APBD Tahun 2023.
Kemudian juga menyerahkan Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas (BSPK) dari CSR 4 perusahaan, yaitu PT KRN, PT WBL, Asosiasi Perusahaan Industri Kariangau dan forum asosiasi pengembang perumahan, REI (Real Estate Indonesia), APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia), HIMPERRA (Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat) dengan total sebesar Rp 105 Juta.
kegiatan sosialisasi tambahan menu seperti RTLH, RLH dan penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU perumahan secara online pada website Disperkim serta tutorial pendataan RTLH Balikpapan secara online melalui Google Form yang dilakukan oleh Ketua RT, termasuk sosialisasi Perwali Nomor 21 tahun 2022 tentang pedoman pemberian BSPK RTLH untuk peserta dari Camat, lurah dan anggota Pokja.
Dilanjutkan juga dengan penandatanganan komitmen bersama peningkatan kualitas RTLH oleh pentahelix, pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi dan media .

