google4ca8c8f411f3a424.html
lensa-balikpapan.com
BalikpapanBerita UtamaDprd BalikpapanNasionalSosialUMUM

Pelayanan RS Pertamina Dianggap Lambat Tangani Pasien Pengguna BPJS , Ardiansyah Mengaku Kecewa

Lensa-balikpapan -/ Ardiansyah selaku Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan mengaku kecewa terhadap Pelayanan pada Fasilitas kesehatan dengan menggunakan badan penyelenggaraan jasa sosial (BPJS)  , Balikpapan (17/01/23)

Kekesalan itu disebabkan karena salah seorang warga kelurahan margo mulyo mengalami hal yang tidak enak sehingga menghilangkan nyawa tersebut karena lambatnya pelayanan yang diberikan oleh RS Pertamina Balikpapan 

Sebab menurut laporan yang diberikan dari RT 19 kejadian bermula pada hari Sabtu pukul 10.00 Wita saat pasien dibawa ke ICU RS Pertamina dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat ( KIS )

Namun hal yang tidak disangka menimpa keluarga pasien, Pasalnya pihak rumah sakit diharuskan untuk keluarga pasien membayar terlebih dahulu administrasi sebesar Rp 10 juta untuk pelayanan

Pihak rumah sakit katakan kalau kartu (KIS) tidak berlaku lagi , jadi pihak pasien diwajibkan untuk membayar baru bisa dilayani , dari keluarga mereka pun meminta keringanan hingga Rp 2 juta tetapi tetap tidak dilayani, ” Ucapnya

Akan hal tersebut , pihaknya pun mencoba kordinasi dan merekomendasikan untuk menelpon pihak Dinas Kesehatan kota Balikpapan agar dirujuk ke RSUD Gunung Malang 

Karena info rumah sakit alatnya kurang sehingga pihaknya berkomunikasi dengan pihak Rumah Sakit Karnudjoso (RSKD) namun responnya kurang positif karena terlalu banyak prosedur.

Setelah itu diketahui bahwa pasien tersebut secepatnya bisa ditangani , tetapi beberapa menit kemudian kita mendapat kabar bahwa pasien yang bersangkutan sudah meninggal dunia

”Tentu Kami sebagai anggota DPRD Balikpapan khususnya Komisi IV sangat terpukul dengan informasi keadaan seperti ini , seolah – olah yang boleh sehat hanya orang yang memiliki uang saja , tetapi Apapun alasannya setiap orang harus ditolong karena ini menyangkut kemanusiaan dan jangan sampai rumah sakit itu hanya berpikir soal profitnya saja , tidak ada unsur kemanusiaannya,” tegasnya

Attachment.png

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *