google4ca8c8f411f3a424.html
Lensa-balikpapan.com
BalikpapanBerita UtamaDprd BalikpapanNasionalPolitikSosialUMUM

Komisi III Sidak Drainase dan Peningkatan Jalan awolter di Mongonsidi Balikpapan Barat

Lensa-balikpapan -/ Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke proyek pengerjaan peningkatan jalan dan pembuatan saluran drainase di Jalan Wolter Mongonsidi, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, Senin 14 Agustus 2023.

Proyek senilai Rp3,8 Miliar lebih, dilaksanakan Kontraktor PT Azka Jaya Konstruksi, sempat viral di media sosial karena bentuknya membengkok.

Sidak Komisi III DPRD Balikpapan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qodri bersama anggota Komisi III H Haris, Fadlian Noor, Syarifuddin Oddang, Jafar Siddiq dan Hj Suwarni. Sidak dilakukan atas keluhan warga akibat peningkatan jalan yang terlalu tinggi dan pembuatan saluran yang tidak sesuai.

Hadir pada sidak tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Rita; Camat Balikpapan Barat, Arief Fadillah dan Sekretaris Baru Ulu, Daur serta warga setempat.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, pembangunan jalan ini dilakukan dari usulan Komisi III atas permintaan warga yang mengeluhkan jalan rusak, sehingga dilakukan perbaikan.

Setelah dilakukan perbaikan malah masyarakat mengeluh lagi, karena peningkatan jalan melebihi dari rumah warga dan drainase membengkok. “Kalau kita perbaikan itu wajib meninggikan kurang lebih 27 cm. Ini sudah paling rendah. Saya takut kalau dibawah 27 cm beberapa bulan saja sudah hancur lagi, karena jalan disini dilewati mobil bermuatan besar,” ucapnya.

Sedangkan drainase yang berkelok, dikarenakan adanya tiang listrik dan pipa PDAM yang belum dipindah, padahal pihaknya sudah memberikan surat kepada kedua instans. Disisi lain warga maunya pengerjaan cepat selesai.

“Kalau tiang PLN bisa dipindah, otomatis bisa lurus. Jadi kontraktor tidak repot membuat drainase yang agak sedikit membengkok. Saya juga bigung, mau ya seperti apa, kita perbaiki salah nggak diperbaiki juga salah,” terangnya.

Padahal jalan ini sebelumnya rusak parah dan baru sekarang diperbaiki. “Kalau warga berpikir kedepan, jalan diperbaiki harusnya senang bukan sebaliknya. Sedikit salah, dikomplain,” terangnya.

Alwi berharap warga disini mendukung untuk perbaikan jalan disini, karena pihaknya betul-betul ingin memperbaiki jalan dan drainase di wilayah ini. Meskipun peningkatan jalan lebih tinggi dari rumah warga.

“Kalau kita mengikuti rumah yang lama agak repot juga, takkan pernah juga bisa diperbaiki. Kita tidak bisa merendahkan jalan, baru kita bangun kan nggak mungkin jadi harus ditinggikan,” ujarnya.

Daerah ini memang tidak mengalami banjir, tetapi pembangunan drainase ini untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Apalagi Kota Balikpapan akan menjadi beranda Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur, tentunya pembangunan akan semakin banyak termasuk di Kecamatan Balikpapan Barat. “Kita ini sedia payung sebelum hujan. Kita berpikir untuk 5 atau 10 tahun kedepan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DPU Kota Balikpapan Rita mengatakan pembuatan drainase membengkok karena di lapangan memang terdapat tiang listrik. “Yang terpenting tidak patah 45 derajat atau 90 derajat. Apa bedanya saluran yang berada di tikungan, kami membuat supaya bisa mengalir. Yang penting elevasi saluran yang dijaga supaya bisa mengalir,” serunya.

Atas hal ini pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada warga terkait pekerjaan yang terjadi di lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *