google4ca8c8f411f3a424.html
lensa-balikpapan.com
BalikpapanBerita UtamaUMUM

Jenazah Istri Korban KDRT Diduga Pelaku Suaminya Sendiri Telah Dimakamkan

lensa-balikpapan.com, BALIKPAPAN – Pasca tewasnya istri korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) almarhumah UA (39) tahun warga Dr Sutomo RT 15 Kelurahan Karang Rejo Kecamatan Balikpapan Tengah yang tewas tragis ditangan terduga pelaku KDRT yang tak lain suaminya sendiri berinisial YS (45) tahun maka Rabu (21/9) 2022 pagi sebelum memasuki shalat Dzuhur setelah di sholatkan di masjid sekitar jenazah almarhumah UA langsung dikebumikan di TPU Sepinggan diantarkan langsung ke pemakaman baik oleh warga sekitar, keluarga, kerabat.

Seperti sebelumnya terberitakan dari pengakuan
saksi mata seperti yang dikutip disalah satu media lainnya UA tewas mengenaskan dipicu pertengkaran hebat dalam rumah tangganya.

Disela cekcok pasangan suami istri (pasutri) antara suami terduga pelaku YS dan istri korban meninggal dunia UA tepatnya pukul 14.00 pada, Selasa hari itu diketahui warga sekitar juga tetangga rumah korban, awalnya mendengar suara ledakan cukup nyaring dari dalam rumah yang selama ini disewa pasutri tersebut.

Suara ledakan keras itu rupanya mengundang perhatian tetangga dari pasutri yang ribut didalam rumah itu dan langsung mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan menghampiri rumah sewaan yang ditempati YS dan Almarhumah UA selama ini.

Setibanya di halaman rumah sewaan korban dan suami terduka pelaku KDRT, Robiyatul mendapati salah satu putra sulungnya berusia (22) tahun dari pasutri yang tengah terlibat percecokan tampak terisak menangis.

Kuat akan rasa penasarannya tetangga korban tadi Robiyatul tetap memberanikan diri masuk ke dalam rumah untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi.

Saat masuk ke rumah pasutri.Kondisi didalam tampak ada kepulan asap pekat. “Saya melihat almarhumah UA sebelum dinyatakan meninggal dunia tengah terduduk di depan kamar mandi sembari mengerang kesakitan akibat alami luka bakar seraya berkata kepada tetangganya itu.

“Acil (Robiyatul) minta tolong, badanku panas,”pinta UA dengan mimik wajah yang mengharapkan pertolongan sang tetangga.

Robiyatul mengisahkan saat menjumpai Ua yang duduk dikamar mandi sambil menantapnya berharap dapat cepat diselamatkan agar tidak berlanjut menjadi sasaran kekalapan terduga pelaku sang suami yang sudah gelap mata YS. “Memang saat kejadian saya melihat tidak ada kobaran api yang melumat tubuh korban, kemungkinan apinya sudah dipadamkan oleh pelaku sendiri karena kondisi korban tepat depan kamar mandi, hanya tampak asap.

Ketika Robiyatul berupaya ingin membantu tiba – tiba saja pelaku terduga KDRT suaminya inisial YS keluar dari kamar dengan kondisi terduga pelaku juga alami luka bakar sembari memegang parang yang panjangnya 30 cm.

Ketika mengetahui Robiyatul hendak membantu korban istri dari terduga pelaku, tatapan mata si suami YS tajam ke arah tetangganya tadi.”Saya khawatir juga apalagi suaminya langsung melihat saya dengan tatapan tajam dijemarinya masih mengenggam sebilah parang, takut menjadi sasaran amukan selanjutnya, saya cepat – cepat meninggalkan rumah pasutri YS dan UA untuk mencari bantuan pertolongan ke tetangga lainnya,” ulas Robiyatul.

Atas apa yang terjadi dan dilihat dari dalam rumah korban KDRT segera diinformasikan Robiyatul dan menyebar ke telinga tetangga sekitar lainnya seketika itu juga lingkungan RT 15 langsung mendadak gempar.

Wargapun langsung berkerumun didepan rumah pasutri yang bertengkar dan sebagian warga langsung melaporkan kepada pihak kepolisian yaitu Polresta, Kelurahan Karang Rejo, Babinsa Serda Apriansyah bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Erhan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tak berselang berapa lama setelah kejadian tim opsnal Inafis Satreskrim Polresta Balikpapan dengan cepat tiba di tkp. Langsung mengevakuasi kedua pasutri agar mendapatkan perawatan medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanudjoso Djatiwibowo.
Namun sayangnya nyawa istri korban KDRT almarhumah UA tidak tertolong lagi alias menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara terduga pelaku suaminya YS dalam kondisi kritis “koma” di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Kanujoso.

Seperti yang dikutip sebelumnya dari keterangan
Kasatreskrim Polresta Balikpapan Komisaris Polisi (Kompol) Rengga Puspo Saputro menegaskan sejauh ini tim opsnalnya masih melakukan olah TKP serta telah berhasil mengamankan alat bukti dari dalam rumah tempat terjadinya KDRT.
“Kejadian penganiayaan yang diduga dipicu cekcok antara suami istri. Sementara suami korban terduga penganiayaan masih dirawat,” jelas Kompol Rengga.

Dari hasil identifikasi masih pada penjelasan Kasat Polres Balikpapan saat dilakukan autopsi (visum) diketahui jasad korban almarhumah UA memang alami luka bakar dan tanda penganiayaan lainnya.“Untuk motifnya apa masih kita dalami, yang pasti ini berawal dari cekcok hingga dilakukan penganiayaan terhadap korban yakni istrinya sendiri,” ulasnya.

Kejadian KDRT yang mengegerkan warga RT 15 tentunya menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak terutama kedua keluarga pasutri tersebut.

Untuk itu Bhabinkamtibmas Kelurahan Karang Rejo Aiptu Erhan bersama Babinsa Serda Apriansyah mengimbau kepada ketua RT, siapa saja warga yang berdomisili di Karang Rejo apabila mendapati adanya informasi suatu permasalahan menyangkut rumah tangga, pertikaian antar warga dapat segera dideteksi secara dini.

Terlebih lagi Kelurahan Karang Rejo memiliki grup sharing aplikasi whatup yang didalammya terdiri para ketua RT. “Jadikanlah grup perpesanan sebagai sarana sharing yang dapat terus terkomunikasi secara arif dan bijaksana,” imbau Bhabin Aiptu Erfan yang didukung penuh rekan babinsanya Serda Apriansyah.

Kejadian KDRT Karang Rejo juga menjadi perhatian Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan Kalimantan (Kompekat) Kaltim, Edi Barito yang juga sempat berada di tkp saat kejadian. “Semua permasalahan rumah tangga tidak perlu penyelesaiannya dengan kekerasan cukup diselesaikan baik – baik. Apabila tidak harmonis lagi alangkah baiknya berpisah saja. Kalau sudah seperti ini kita miris kasihan juga sama anak – anak yang ditinggalkannya harus kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya,” tutup Edi.(aji/rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *