Budidaya Sayuran Hidroponik, Bibit Susah Di Cari Permintaan Konsumen Meningkat.
[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.26.5″][et_pb_row _builder_version=”3.26.5″][et_pb_column _builder_version=”3.26.5″ type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”3.26.5″]
lensabalikpapan.com/- Pembudidayaan sayuran hidroponik nampaknya kian menjanjikan, terlihat di wilayah RT 58 Kelurahan Graha Indah terus meningkatkan dan mengembangkan hasil tanaman hidroponik.
Kebun hidroponik milik Ketua RT 58 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Rabasi yang terus meningkatkan hasil tanamannya.
Hal ini dilakukan, lantaran permintaan konsumen semakin tinggi. Hampir setiap hari konsumen seperti kedai burger maupun pasar tradisional meminta pasokan sayuran seperti selada dan sawi daging.”Hampir tiap hari panen, kita mensuplainya ke konsumen”, ujarnya.
Menurutnya, Di kelurahan graha sendiri peningkatan pembudidayaan tanaman hidroponik semakin menjanjikan, terlihat ada beberapa titik pembudidayaan tanaman hidroponik. “Ada 5 titik, di RT 58 ada 4 dan 1 titik di selatan gudang”, ucapnya.

Tanaman hidroponik yang ters dibudidayakan di wilayah ini antara lain selada,sawi daging, kangkung, pakcoi dan strawberi, selain itu juga ada seledri.
Kendala yang dihadapi dalam pembudidayan tanaman hidroponok ini terkait bibit yang susah dicari.” Untuk bibit pakcoy dan kangkung susah dicari dan mau tidak mau pesan lewat online”, paparnya.
Mengenai omset kangkung dan pakcoy sendiri bisa menghasilkan minimal seratus ribu perhari.Untuk selada bibit susah dicari dan tidak bisa memenuhi permintaan pasar yang tinggi, Karena diserang virus dan cuaca tidak memungkinkan dan bibit susah diperoleh.
Penulis : Thina
Editor : lensabalikpapan
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

