Ditbinmas Polda Kaltim Gelar FGD di Graha Indah, Ajak Warga Lawan Provokasi dan Jaga Kamtibmas
lensa-balikpapan.com –BALIKPAPAN – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kalimantan Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama warga RT 062 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi Polri dengan masyarakat untuk memperkuat keamanan dan ketertiban lingkungan.

Bertempat di Jl. Projakal Gang Sido Makmur RT 062, FGD dihadiri Kabag Binops Ditbinmas Polda Kaltim AKBP Agus Drajat Santoso, S.T., Paur Subbag Anev AKP Suparyanto, IPDA Hadi, BRIPKA Erjad Tularno, Bhabinkamtibmas Aiptu Ardian Wempi Antariksa, BRIPTU Dimas Dwi Cahyo P., BRIPDA Andra Aksyana Utama, http://S.Tr.P., dan BRIPDA Muhammad Rizky Saputra, http://S.Pt.

Turut hadir Lurah Graha Indah Muhammad Arif Rahman, Kasi Trantib Agus Supriyadi, Ketua RT 062 Saiful, bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan puluhan warga.
Mewakili Ditbinmas, AKP Suparyanto menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan. Ia menegaskan FGD adalah program rutin untuk mendekatkan Polri hingga tingkat RT.
“Kami ingin dengar langsung permasalahan warga, terutama soal keamanan. Pada dasarnya kami dari kepolisian ingin selalu dekat, berbakti, dan hadir untuk masyarakat,” ujar Suparyanto.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi isu negatif di media sosial. “Yakinlah anggota polisi tetap bekerja sesuai harapan masyarakat. Hal negatif di medsos tidak perlu ditanggapi berlebihan. Yang penting kami terus berbuat,” tegasnya.

“Keamanan dan ketertiban kebutuhan nomor satu. Kalau lingkungan aman, mau taruh motor di luar, mau buka kos-kosan, semua tenang. Jangan mudah terprovokasi isu yang memecah belah,” tambahnya.
GRAHA INDAH: 72 RT BUTUH SINERGI
Lurah Graha Indah Muhammad Arif Rahman mengapresiasi kegiatan ini. Ia memaparkan, Graha Indah terdiri dari 72 RT dengan ±48.000 jiwa atau 15.900 KK, berbatasan dengan Kariangau, Karang Joang, Batu Ampar, dan Gunung Samarinda. Jalur Soekarno-Hatta dan Projakal yang melintas rawan kecelakaan karena kendaraan industri besar.
“Kami butuh sinergi dengan kepolisian dan Dishub. FKPM dan Satkamling di tiap RT rutin patroli, mediasi kasus pencurian, perkelahian remaja, hingga bakti sosial Jumat Berkah. Kami dorong semua RT aktifkan siskamling sebagai deteksi dini gangguan kamtibmas,” jelas Arif.
IMBAUAN: JANGAN MAIN HAKIM SENDIRI
Dalam sesi tanya jawab, Aiptu Ardian Wempi Antariksa menjawab keresahan warga soal keributan latihan tinju pukul 02.00 WITA di Kampung Timur. Ia mengimbau warga tidak main hakim sendiri saat menangkap pelaku kejahatan.
“Kalau menangkap maling jangan sampai berlebihan hingga menghilangkan nyawa. Bagian belakang kepala itu rawan. Kalau korban meninggal, penangkap bisa jadi tersangka. Serahkan ke polisi. Jangan takut opini medsos,” tegas Wempi.
Soal langkah saat maling masuk rumah, Wempi menyarankan: cari tempat aman, hubungi bantuan, amati ciri pelaku untuk dilaporkan, dan jangan hadapi sendirian.
Ketua RT 062, Saiful, berharap warga tetap kondusif dan tidak terpengaruh provokator. Ia meminta nomor kontak cepat tanggap dari kepolisian. “Selama ini kami susah hubungi aparat saat kejadian mendadak. Semoga ada nomor khusus yang cepat direspon untuk warga RT 062,” ucapnya.
Sebagai bentuk terima kasih, Ditbinmas Polda Kaltim memberikan bingkisan kepada warga RT 062. Kegiatan ditutup dengan doa dan foto bersama. Seluruh rangkaian berjalan tertib, aman, dan lancar. (Abd)

