Warga Minta Diberikan Kelonggaran Hingga 15 September Sebelum Dilakukannya Pembangunan RS Ibu Dan Anak Di Balikpapan Barat
Lensa-balikpapan-/ Sebelum dilakukannya eksekusi pembangunan RS Ibu dan Anak Sayang Ibu tepat di jalan perikanan RT 16,Kelurahan Baru Ulu,Balikpapan Barat, Pemerintah Kota Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balikpapan kini menghimbau dan memberikan kesempatan kepada warga setempat agar mengetahui .
“Dari kesepakatan awal lahan yang akan dibangun rumah sakit di Balikpapan Barat hingga tanggal 10 September memang harus segera dikosongkan,Namun dari beberapa warga meminta permintaan agar bisa memberikan kelonggaran sampai tanggal 15 September untuk mengosongkan bangunan sendiri,”Ucap Kepala Satpol PP Balikpapan Zulkifli
Dikatakan,sebagian warga ini sudah sepakat akan mengambil santunan yang disiapkan Pemkot Balikpapan bersama 7 warga lainnya. artinya dari 17 warga yang terdampak total ada sebanyak 13 KK yang bersedia untuk mengambil santunan. Sedangkan 4 warga lainnya, masih belum bersedia mengambil santunan yang telah ditawarkan Pemkot Balikpapan.
“Ada Empat warga yakni Ismir Nurwati selaku penggugat Pemkot ke PN Balikpapan, kemudian atas nama Dewi, Haji Sardi dan Kandarudin,”Ujar Zulkifli.
Setelah pelonggaran yang telah diberikan ini, Pemerintah Kota Balikpapan memastikan tidak akan ada lagi toleransi yang diberikan Pemkot Balikpapan.
“Pemkot akan melakukan pengosongan, namun demikian sebelumnya Pemkot Balikpapan tetap akan memberikan pemberitahuan dengan bersurat terlebih dahulu,” Katanya
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Sayang Ibu.Retno Sulistyo Sitoresmi mengatakan, dari 17 KK, sudah 13 KK yang sudah setuju mengambil dana santunan yang sudaha da di siapkan oleh pemerintah kota Balikpapan .
“Mereka akan mengambil tanggal 15 September nanti,Sebelumnya sudah 5 KK yang mengambil,Sekarang bertambah menjadi 13 KK, salah satu di antaranya masih menunggu, karena ada yang berada di luar kota,” Jelasnya
Secara nominal, dana ganti rugi yang sudah disalurkan semuanya tercatat mencapai Rp 1,1 miliar dari Rp 1,4 miliar yang sudah dititipkan ke lembaga keuangan.
ABD/HLM

