google4ca8c8f411f3a424.html
Lensa-balikpapan.com
BalikpapanBerita UtamaNasionalPemkot BalikpapanSosialUMUM

Pemerintah Kota Balikpapan Berencana Akan Membangun Jembatan Penghubung Kariangau dan Kampung Baru

Lensa-balikpapan-/ Terkait Insinden Kapal Pengangkut Guru dan Pelajar Saat Pulang dari Teluk Waru,Kariangau Nyaris Tenggelam , Kini Pemerintah Kota Balikpapan Merencanakan Pembangunan Jembatan Penghubung Antara Wilayah Kampung Baru dengan Teluk Waru ,Kariangau .

Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, Pemkot Balikpapan sebenarnya sudah lama telah mewacanakan untuk membangun jembatan penghubung antara kedua daerah tersebut,jadi tinggal ditentukan saja kapan waktunya akan di jalankan .

“Bahkan, Detail Engineering Design (DED) sudah di bicarakan ,tinggal dijalankan saja kapan ,”Ucap Rahmad

Diharapnya,Untuk pembangunan jembatan ini seharusnya bisa direalisasikan sehingga dapat digunakan sebagai akses terdekat masyarakat Balikpapan Barat,agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan lagi .

“Kita sama-sama berdoa saja mudah-mudahan kedeannya bisa cepat kita realisasikan jembatan penghubung Kariangau-Kampung Baru,” Ujarnya.

“Nanti kita akan akan mengecek lagi untuk anggaran yang tersedia dalam perencanaan pembangunan jembatan penghubung tersebut,berapa nanti saya akan cek lagi untuk bisa kita anggarkan pada APBD 2023,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Purnomo menambahkan,Kapl klotok yang sempat diberitakan mengalami kebocoran tersebut ternyata memang kapal yang disediakan Pemkot Balikpapan untuk dapat ditumpangi guru dan siswa SD dan SMP N 21 Balikpapan Barat menuju ke sekolahnya.

“Ya,Itu memang angkutan yang kita sewa dari masyarakat untuk menjadi angkutan PP (pulang-pergi) menuju ke sekolah SD dan SMPN 21,” tuturnya

pihaknya pun telah meminta kepada pemilik kapal untuk memperhatikan keamanan dan keselamatan ketika akan membawa penumpang ke depannya,sehingga tidak terjadi seperti ini lagi .

Menurutnya , perairan yang dilalui kapal klotok berpenumpang siswa dan guru SD dan SMP N 21 tersebut bukan merupakan satu-satunya jalur untuk dapat menuju ke sekolah,ada juga bisa melewati jalur darat tapi memang membutuhkan waktu yang lebih lama .

“Mungkin untuk sementara, kapal klotok yang biasa digunakan untuk menyeberang oleh para siswa dan guru tersebut belum bisa digunakan kembali ,dan sementara ini ada bantuan dari PT Kutai Refinery Nusantara (KRN) yang memberikan bantuan berupa bus untuk pengangkutan lewat darat, karena kapal yang bocor kemarin belum ada gantinya,”Jelas dia

Dirinya berharap Mudah-mudahan anak-anak itu jangan sampai trauma untuk berangkat menuju ke sekolah menggunakan kapal lagi,dan secepatnya kita akan mencari jalan keluarnya dan solusinya seperti apa . 

Abd/HLM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *