Walikota Balikpapan Terkesan Ingkar Janji Dalam Penanggulangan Banjir.
Oleh : Hery Sunaryo
Pemerhati Kota Balikpapan
lensa-balikpapan.com/- Balikpapan — Langkah konkret wali kota mengatasi banjir di Balikpapan sangat dinanti, Jangan sampai hanya tinjauan ke titik-titik banjir, kemarin hanya untuk pencitraan seolah walikota kerja padahal turun kelapangan tanpa membawa solusi alias pepesan kosong.
Harus diingat salah satu visi misi walikota saat mencalonkan diri sebagai walikota Balikpapan, adalah menuntaskan persoalan banjir dikota Balikpapan, dari janji-janji politik inilah masyarakat bisa menilai karakter dan inovasi seorang pemimpin.
Hery Sunaryo, yang juga berprofesi sebagai Advokat menjelaskan, hujan kemarin bisa menjadi alat uji apakah, Walikota selama ini telah bekerja secara serius dalam menjalankan tugasnya sebagai walikota, Sebab hampir di enam kecamatan dan 34 kelurahan mengalami banjir.
Jelas bisa dilihat bahwa hampir setahun menjabat sebagai Walikota tidak terlihat kinerjanya, kami bingung apa yang dilakukan walikota selama hampir satu tahun ini, ada kegagalan dan rapor merah walikota selama setahun ini dalam menjaga keseimbangan alam.
Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah didalam meminimalisir persoalan banjir dikota Balikpapan dalam setahun ini, semisal, mencegah pengupasan lahan di wilayah serapan air, mencegah adanya kegiatan reklamasi diwilayah pesisir laut diwilayah kota Balikpapan dan masih banyak lagi.
Kalau kita cermati persolan banjir dikota Balikpapan ada tiga alur dari hulu, tengah dan hilir, semisal dihulu bagaimana penebangan pengupasan lahan bisa diminimalisir, kemudian ditengahnya melakukan kegiatan reboisasi penanaman pohon agar memperlambat arus air dari hulu ke hilir, dan diproses hilirnya dilakukan pemeliharaan drainase, sosialisasi penanganan sampah, menindak tegas para pengembang perumahan yang menjalankan usahanya tanpa memperhatikan isi dokumen AMDAL dan lain-lainnya.
Dalam satu tahun ini kami menilai walikota gagal dalam menyeimbangkan Pembangunan kota yang berwawasan lingkungan.
Maka, padahal beberapa kegiatan yang bisa dilakukan yakni dengan menjaga hutan lindung dan memperketat pengupasan lahan. Kemudian dijaga keadaan hilirnya tetap baik. Serta perbaikan drainase dikerjakan dengan secara optimal.
Kemudian pengelolaan sampah, kerja bakti massal juga harus digalakkan di kalangan masyarakat untuk mencegah banjir.
Pemerintah juga tidak boleh tutup mata. Bahwa kota Balikpapan kedepan akan menjadi penyanggah ibu kota negara, tetapi yang terjadi hari ini walikota sibuk dengan urusan yang ga jelas, Nyatanya? Hampir setahun dilantik problem kota semakin banyak salah satunya banjir ini, tidak terlihat kerja nyatanya dalam setahun ini untuk kota Balikpapan.
Bisa dibayangkan bagaimana jika benar-benar ibukota negara sudah berpindah, bisa dipastikan berbagai persoalan lingkungan dikota Balikpapan akan semakin parah, kami berharap walikota Balikpapan bisa lebih fokus dan serius dalam mengurus menjaga pembangunan kota Balikpapan
Kami berharap peran aktif pemerintah kota Balikpapan untuk membuat langkah konkret menanggulangi banjir dalam waktu dekat, agar kedepan tidak terjadi lagi banjir dikota Balikpapan
“Kita sambut positif wali kota mau turun ke lapangan. Berarti ikut serta lihat kondisi dan tidak hanya menerima laporan keadaan saja. Saya harap dengan turunnya walikota kelapangan bukan hanya pencitraan tetapi harus ada rencana nyata dalam waktu dekat untuk melakukan penanganan banjir ini.

