Sungai PDAM Desa Bumi Etam Keruh Sejak 25 Maret 2026, Warga Duga Limbah Tambang Batu Bara
lensa-balikpapan.com – KUTAI TIMUR – Warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, mengeluhkan kondisi air Sungai PDAM yang berubah keruh dan tidak layak digunakan sejak 25 Maret 2026. Hingga Selasa (15/4/2026), belum ada respons dari pihak perusahaan.
Perubahan kualitas air tersebut diduga akibat limbah dan erosi dari aktivitas tambang batu bara di wilayah hulu sungai.

Salah satu warga, Paulus Jama, mengatakan aliran air sungai yang menuju PDAM berasal dari Sungai Senimbung yang melintasi wilayah operasional PT Ganda Alam Makmur (GAM), PT Indexim Coalindo, hingga area PT Telen di Desa Bukit Permata.
“Air sungai PDAM Desa Bumi Etam ini mengalir dari area tambang batu bara. Sekarang sudah sangat keruh, kami tidak berani lagi menggunakannya,” ujar Paulus kepada awak media.

Ia menyebut kondisi saat ini berbeda jauh dibanding sebelumnya, ketika air sungai masih jernih dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Paulus juga menunjukkan kondisi air di sekitar instalasi PDAM yang tampak berwarna kecokelatan dan keruh.
Warga berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi terkait, dan aparat penegak hukum segera turun ke lapangan. Mereka meminta pemeriksaan langsung untuk memastikan penyebab pencemaran serta penindakan tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.
“Kami minta pemerintah dan aparat turun langsung melihat kondisi ini dan bertindak tegas,” tegas Paulus.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan pencemaran tersebut (Usup/Tim)
Narasumber: Paulus Jama

