Kapolda Kaltim Pimpin Simulasi SAA, Inovasi Lokal untuk Padamkan Karhutla

lensa-balikpapan.com. — BALIKPAPAN – Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro memimpin langsung simulasi penggunaan Surface Active Agent (SAA), inovasi lokal untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaltim. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi Polda Kaltim dengan Universitas Mulawarman (Unmul).
Simulasi digelar dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), BPBD, hingga perusahaan pemegang konsesi. Tujuannya untuk menguji efektivitas SAA sebagai pendukung pemadaman karhutla yang lebih cepat dan efisien.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan satu instansi. Dibutuhkan sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, hingga perusahaan.
Menurutnya, hasil awal simulasi SAA menunjukkan potensi besar. Produk lokal ini dinilai bisa menjadi alternatif pemadaman yang lebih efektif sekaligus mendorong inovasi daerah.
“Alhamdulillah, ini merupakan produk lokal yang telah kita simulasikan. Dari hasil pengamatan awal, produk ini memiliki potensi untuk digunakan dalam penanganan karhutla. Namun, kita tetap perlu melihat efektivitasnya dan membandingkannya dengan produk lain,” ujar Endar.
Ia menambahkan, pemilihan bahan pemadaman harus berdasarkan uji teknis agar sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, Polda Kaltim menyiapkan 1.500 liter SAA untuk tahap awal. Ribuan liter cairan itu akan didistribusikan ke polres jajaran di wilayah prioritas rawan karhutla.
“Untuk tahap awal, kita menyiapkan 1.500 liter. Selanjutnya, penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah prioritas. Kita ingin mengoptimalkan produk lokal, sepanjang hasil pengujian menunjukkan produk tersebut memenuhi kebutuhan penanganan karhutla,” jelasnya.
*Titik Panas Menurun, Warga Diimbau Tidak Bakar Lahan.
Kapolda juga melaporkan, jumlah titik panas (hotspot), titik api, dan luas lahan terbakar di Kaltim menunjukkan tren penurunan. Hujan yang turun dalam dua hari terakhir turut membantu.
Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat tetap waspada. Potensi cuaca kering dan dampak El Nino masih mengancam.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama agar kebakaran tidak meluas dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
Perusahaan pemegang konsesi juga diminta memperkuat pencegahan, mulai dari penyediaan sarana pemadaman hingga kesiapsiagaan personel.
*Dihadiri Otorita IKN hingga PT Berau Coal*
Simulasi ini dihadiri lintas instansi. Di antaranya Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan Irjen Pol Edgar Diponegoro, Kabinda Kaltim Brigjen TNI Priyanto Eko Widodo, Kalaksa BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan, Danlanud Dhomber
Sumber :Humas Polda Kaltim

