google4ca8c8f411f3a424.html
lensa-balikpapan.com
UMUM

Graha Indah Diuji Kemendagri, Inovasi Warga Jadi Penentu Prestasi Kelurahan Nasional

Poto lensa Balikpapan

lensa-balikpapan.com –BALIKPAPAN – Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, kini berada di panggung nasional. Sebagai wakil Kalimantan Timur, kelurahan ini menjalani verifikasi langsung dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam ajang Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026. Selasa 3/11/2026

Bukan sekadar lomba administrasi. Tim Kemendagri datang untuk membuktikan, apakah inovasi yang diklaim di atas kertas benar-benar hidup dan dirasakan warga.

Dari Juara Kota, Provinsi, Hingga Nasional

Perjalanan Graha Indah terbilang mulus. Setelah menyabet Juara 1 di tingkat Kota Balikpapan, kelurahan ini kembali meraih Juara 1 di tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada 10 Juli 2026.

Kini, dengan 48.866 penduduk yang tersebar di 72 RT, Graha Indah harus membuktikan diri layak menyandang predikat kelurahan terbaik se-Indonesia.

Kepala Subdirektorat Fasilitasi Penataan Kewenangan Desa dan Produk Hukum Desa Kemendagri RI, Maria Antonie Nine Hargi Makestribudi, menegaskan fokus verifikasi kali ini.

Ia berharap, keberhasilan Graha Indah bisa menjadi contoh pengembangan bagi kelurahan lain di Balikpapan.

Senada, Kepala DPMPD Kalimantan Timur, Siti Sugiyanti, menyebut lomba ini bukan sekadar perebutan piala.

Poto Lokasi RT 39

Bawang Tiwai Tembus Asia-Eropa, Koperasi Jadi Motor Ekonomi

Poto Lokasi RT 39

Salah satu inovasi yang paling mencuri perhatian tim penilai adalah Bawang Tiwai.

Berawal dari kebutuhan UMKM Wedang Dayak yang menjadikan bawang tiwai sebagai bahan baku utama, kini produk olahan bawang tiwai asal Graha Indah diklaim sudah menembus pasar Asia dan Eropa.

Namun, ada pekerjaan rumah besar. Hingga Februari 2026, kebutuhan bahan baku masih bergantung pada pasokan dari luar wilayah.

Sebagai solusi, pada 30 Juni 2026, Kelurahan Graha Indah melakukan penanaman simbolis dan penyerahan bibit bawang tiwai di RT 45 dan RT 67 bersama pelaku UMKM. Tujuannya jelas: warga bisa tanam sendiri, ekonomi berputar di kampung sendiri.

Penggerak ekonomi lainnya adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih. Sejak Juni 2026, koperasi ini sudah aktif memasarkan produk warga, meskipun fasilitas pendukungnya belum lengkap 100 persen.

0-0x0-0-0#

Mangrove Ceunter, Bank Sampah, dan Posyandu Turut Diverifikasi

Mangrove Ceunter

Tim Kemendagri mengunjungi Mangrove Center, kawasan restorasi yang sudah diperjuangkan sejak 2001 oleh penggagasnya, Agus Bei. Kawasan ini kini memiliki sekitar 40 jenis mangrove, dengan Rhizophora mucronata sebagai jenis dominan.

Selain itu, tim juga meninjau Posyandu, Bank Sampah Grahin RT 57, dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Lokasi RT 57

Meski fasilitasnya sudah berjalan, data terukur soal volume sampah yang terolah, jumlah penerima layanan, dan dampak kesehatan masih menjadi catatan untuk penguatan ke depan.

Lurah Graha Indah, Muhammad Arief Rachman, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh masyarakat selama verifikasi.

Verifikasi ini juga dihadiri Plt Kepala DP3AKB Balikpapan Nursyamsiarni Djufril Larose, Camat Balikpapan Utara Umar Adi, LPM, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga perwakilan perusahaan lewat program CSR.

  • Graha Indah wakil Kaltim di penilaian Kelurahan Berprestasi Nasional 2026
  • Inovasi unggulan: Bawang Tiwai, Koperasi Merah Putih, Mangrove Center, Bank Sampah, TPST, dan Posyandu
  • Verifikasi Kemendagri meliputi dokumen, wawancara, dan cek lapangan

Prestasi sejati bukan soal piala. Bagi Graha Indah, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah sejauh mana program pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi warga. Dan itu hanya bisa dijaga lewat partisipasi dan pengawasan warga di setiap RT.

editor : lensa Balikpapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *