AMSI Berikan Masukan untuk Reformasi Polri
lensa-balikpapan.com– Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengadakan audiensi dengan Komite Percepatan Reformasi Polri di Gedung Sekretariat Negara pada Rabu, 26 November 2025. Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, memimpin pertemuan tersebut dan menyampaikan beberapa masukan penting.
AMSI menyoroti pentingnya keamanan siber media sebagai bagian dari keamanan nasional. Wahyu Dhyatmika menekankan bahwa serangan siber terhadap media merupakan serangan terhadap demokrasi. Hal ini berdasarkan riset yang dilakukan AMSI tahun lalu tentang serangan siber DDoS yang dialami beberapa media.

Keselamatan jurnalis juga menjadi perhatian utama AMSI. Berdasarkan riset kolaboratif dengan Populix dan Yayasan TIFA, AMSI menemukan bahwa ancaman terhadap jurnalis hadir dalam bentuk kekerasan fisik dan serangan digital. AMSI mendorong Polri untuk melakukan reformasi menyeluruh guna memastikan jurnalis dapat bekerja tanpa ancaman.
AMSI juga menyoroti tindakan pelabelan hoaks oleh polisi pada berita media mainstream. AMSI berpendapat bahwa pemberian label hoaks oleh aparat adalah praktik yang dilarang dan setiap sengketa pemberitaan wajib melalui mekanisme UU Pers.
AMSI mengapresiasi Polri yang telah menghormati dan merujuk pada UU Pers dalam banyak kasus yang melibatkan media. AMSI mendorong Polri untuk lebih proaktif melindungi kebebasan pers dan memastikan setiap jurnalis dapat bekerja tanpa intimidasi.(tim Amsi)

