google4ca8c8f411f3a424.html
Lensa-balikpapan.com
NasionalSKK Migas Kalsul

SKK Migas Kalsul Lakukan Koordinasi Pengamanan Kegiatan Hulu Migas

lensa-balikpapan.com/- Kegiatan hulu migas yang merupakan obyek vital nasional (Obvitnas) diharapkan selalu dalam keadaan lancar. Kendala – kendala yang menjadi hambatan dalam kelancaran industri ini terus ditekan seminim mungkin, sehingga faktor keamanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari industri hulu minyak dan gas bumi (migas).

Hulu migas selain sebagai penghasil penerimaan negara, sektor ini memasok energi dan menggerakkan roda perekonomian dan mengembangkan sektor lain yang menunjang kegiatan hulu migas.

Gangguan keamanan di daerah operasi hulu minyak dan gas bumi masih menjadi tantangan tersendiri bagi kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS). Faktor non-teknis seperti gangguan keamanan menjadi salah satu penyebab operasional hulu migas terganggu

Guna memeberikan kelancaran operasional hulu migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) terus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan pihak pengaman setempat.

Beberapa waktu lalu SKK Migas Kalsul melakukan kunjungan ke Mako Lanal – Balikpapan, (19/10). Latar belakang kegiatan dalam rangka perkenalan dengan Danlanal dan Para PJU Jajaran Lanal Balikpapan (Pejabat baru) dan sharing koordinasi pengamanan wilayah Perairan wilayah Kaltim dengan mempertimbangkan kondisi tantangan isu potensi pengamanan di lapangan yang semakin meningkat dan kompleks.

Pada (26-27/10) di Pati dan Rembang, SKK Migas Kalsul-Mubadala Petroleum Melaksanakan Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Fasilitas Migas di Wilayah Kerja (WK) Sebuku sebagai Obyek Vital Nasional kepada masyarakat Nelayan. Sosialisasi yang dilaksanakan secara marathon kepada masyarakat nelayan di Kabupaten Pati dan Rembang ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai keberadaan fasilitas Hulu Migas di Lapangan Ruby yang dioperasikan oleh Mubadala Petroleum Indonesia sebagai Obyek Vital Nasional yang harus dijaga keselamatannya.

Kegiatan yang didukung oleh SOPSAL, Lantamal Semarang, Lanal Kotabaru, DKP Kabupaten Pati dan Rembang, serta Perwakilan Jabanusa ini merupakan agenda berkesinambungan yang dilaksanakan secara persuasif kepada Kelompok Nelayan berdasarkan isu-isu yang ditemui di lapangan.

Selain itu, Perwakilan SKK Migas KALSUL bersama KKKS Wilayah Kalimantan Utara telah melaksanakan Rapat Anev dan Perpanjangan Kerjasama (PKT) Pengamanan dengan Polda Kaltara dalam rangka mendukung “Progressing Towards to 1 Million BOPD and 12 BSCFD”.

Latar belakang kegiatan dilaksanakan Anev Implementasi Kerjasama Pengamanan dengan mempertimbangkan dinamika dan isu potensi gangguan yang semakin meningkat & kompleks selama masa covid-19 serta akan berakhirnya masa Kerjasama (PKT) pada tgl 31 Desember 2021.

Spesialis Dukungan Bisnis SKK Migas Kalsul Handel Martua Pulungan menyampaikan bahwa trend isu gangguan operasi di Kaltara dalam masa covid-19 semakin meningkat namun sejauh ini Ditpamobvit dengan jajaran aktif dalam meresponse penyelesaian hingga ke lapangan. Di lain pihak adanya beberapa isu pemanfaatan lahan secara illegal oleh okmun yang penting untuk ditindaklanjuti bersama ke depan, disamping pentingnya kelancaran dukungan penanganan handak dari Polres setempat.
“Dengan koordinasi yang baik, pihak pengamanan selalu respon menyelesaikan hambatan dilapangan”ujar Handel.

Bukan hanya di Kaltim dan Kaltara, di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) SKK Migas Kalsul – Medco Bangkanai melakukan kunjungan silaturahmi kepada Kapolda Kalteng (28-29/10). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka koordinasi dan penyampaian update final draft perpanjangan PKS Pengamanan Hulu Migas di wilayah Kalteng serta beberapa hal concern operasi hulu Migas.

Kapolda Kalteng (Irjen Pol DR. Dedi) & Wakapolda (Brigjen Pol Ida Oetari) beserta Jajaran (Karo Ops, Dirreskrimsus dan Wadirpamobvit) mengapresisi atas kunjungan SKK Migas-KKKS.

“Polda Kalteng sangat concern dan komit untuk mendukung pengamanan Obvitnas Hulu Migas di wilayah Kalteng” tegasnya.

Pada (16/11) SKK Migas Kalsul juga telah melakukan silaturahmi dan koordinasi terkait pengamanan hulu migas kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim dan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kaltim. Dimana kunjungan ini tak lain mengharapkan dukungan dari kedua institusi tersebut dalam pencapaian target produksi hulu migas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *