Komisi VII DPR RI Apresiasi Tingginya TKDN, Dorong Penguatan UMKM dan Pariwisata di IKN
lensa-balikpapan.com,- NUSANTARA – Komisi VII DPR RI mengapresiasi tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus mendorong penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan sektor pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kawasan. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke IKN pada Jumat (10/07/2026).
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan, kunjungan ini merupakan kunjungan perdana Komisi VII DPR RI ke IKN untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan kawasan ibu kota baru.

“Kami sangat senang tentunya mendengar bahwa adanya TKDN yang cukup tinggi. Apakah itu dalam pengadaan barang maupun juga pelibatan dari masyarakat lokal, material, perlengkapan dan seterusnya dalam pembangunan IKN ini,” ujar Rahayu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), IKN.
Selain mengapresiasi pembangunan fisik, Rahayu menekankan bahwa pembangunan IKN perlu diiringi dengan penguatan ekosistem ekonomi yang inklusif melalui pelibatan UMKM dan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Menurutnya, keberadaan UMKM harus menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi di IKN.
“Jangan sampai UMKM ini tidak ada ruang di IKN. Karena tentunya mereka adalah usaha yang cukup besar jumlahnya lebih dari 90 persen bahkan bisa dikatakan 97 persen jenis usaha yang ada di Indonesia ini adalah UMKM. Jadi kita sudah menyampaikan tentunha kepada Pak Basuki sebagai Kepala OIKN untuk terus bisa memperhatikan kedepannya bukan hanya dari segi kesiapan fisik saja tapi juga bagaimana untuk terus pelibatan dari masyarakat lokal juga maupun UMKM kita. Sekali lagi kita apresiasi TKDN yang cukup tinggi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa Otorita IKN telah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM lokal agar mampu menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Nusantara.
Salah satunya dilakukan melalui pelatihan kuliner dengan menghadirkan chef profesional guna meningkatkan kualitas produk dan layanan pelaku usaha lokal sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi di kawasan IKN.
“Sekarang konsumsi kegiatan di IKN tidak lagi didatangkan dari Balikpapan. Ibu-ibu Dharma Wanita mengumpulkan pelaku kuliner dari kawasan sekitar, kemudian kami menghadirkan chef untuk melatih mereka agar mampu mengembangkan usahanya. Kami ingin mereka tidak hanya berkembang di sektor kuliner, tetapi juga pada berbagai bidang usaha lainnya,” kata Basuki.

Selain peningkatan kapasitas, Otorita IKN juga memperluas akses pasar bagi UMKM melalui penyediaan booth usaha yang dikelola bersama mitra pembangunan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Artha Graha Network yang tengah mengembangkan Nusantara Park seluas 3,8 hektare sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat.
Berbagai program pemberdayaan lainnya juga terus dijalankan, antara lain pelatihan UMKM, pelatihan hospitality, pengembangan IKN Digital Community, fasilitasi promosi produk, pendampingan sertifikasi halal, hingga workshop kewirausahaan bekerja sama dengan Bank Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Rahayu juga menilai IKN memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata baru sekaligus pusat penyelenggaraan kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE). Menurutnya, daya tarik IKN sudah mulai terbentuk bahkan sebelum seluruh fungsi pemerintahan berpindah secara penuh.
“Sebelum kita berfungsi maksudnya eksekutif, legislatif, yudikatif sebenernya ada kesempatan nanti Pak untuk membuka terlebih dahulu untuk pengunjung bisa datang itu ada kesempatan juga untuk UMKM bisa mulai menata mau masuk di mana” ujar Rahayu.
Ia menambahkan, konsep pembangunan IKN yang memadukan arsitektur modern dengan identitas Indonesia menjadi keunggulan tersendiri. Ke depan, keberadaan hotel, fasilitas MICE, serta kawasan konservasi satwa endemik diyakini akan semakin memperkuat daya saing IKN sebagai destinasi baru berkelas dunia.
“Tentunya ini akan menjadi daya tarik untuk Kalimantan Timur, daya tarik untuk Balikpapan dan Samarinda. Tadi kita juga sudah mencoba jalan tolnya sangat lancar, mulus, luas sekali. Jadi saya rasa ini mudah-mudahan ini bisa menambah animo bukan hanya lokal tapi juga dari internasional untuk melihat wah ini ada Ibu Kota Negara yang baru yang sangat futuristik juga,” ujar Rahayu.
Rahayu optimistis pembangunan IKN yang mengedepankan konsep modern, hijau, dan tetap menampilkan identitas Indonesia akan menjadikan Nusantara sebagai pusat berbagai kegiatan internasional sekaligus kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia.
“Sabar karena tentunya masih dalam rangka untum pembangunan. Nantikan karena ini sangat luar biasa dan tidak seperti kota-kota di Indonesia yang lainnya tetapi sangat merepresentasikan dan saya rasa semua akan bangga bahwa Indonesia punya IKN,” tutup Rahayu.
Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
Kontak:
halo@ikn.go.id / humas@ikn.go.id

